Tahun 2002 sudah dilakukan kajian yang dituangkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGRAAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM DIWILAYAH PERKOTAAN DALAM TRAYEK TETAP DAN TERATUR, yang diantaranya menyebutkan bahwa untuk bisa mendapatkan keuntungan dalam usaha angkutan umum maka ada 2 (dua) syarat yang harus dipenuhi:

  1. Untuk mencapai titik impas (break even point) maka jumlah penumpang per bus adalah sebagaimana tabel berikut:

jumlah penumpang minimal

Tabel diatas memperlihatkan bahwa (kita ambil contoh nomor 6 untuk tabel diatas) jika Anda akan mengusahakan angkutan kota maka anda harus sebelumnya memastikan bahwa jumlah penumpang yang anda angkutan adalah minimal 250 penumpang per hari.

2. Jumlah armada yang dimiliki adalah minimal sebagaimana tabel berikut:

jumlah armada minimal untuk usaha angkutan

Tabel diatas memperlihatkan bahwa jika Anda akan mengusahakan angkutan umum dengan menggunakan mobil penumpang umum (MPU) seperti angkutan kota (angkot) maka jumlah kendaraan yang Anda miliki adalah minimal 20 kendaraan. Dengan syarat kedua ini maka jumlah calon penumpang minimal adalah 20×250=5000 penumpang per hari.

_______________

Perhitungan diatas berlaku untuk angkutan umum dalam trayek tetap dan teratur, untuk angkutan umum lain seperti taksi maka prasyarat jumlah kendaraan minimal lebih besar dari itu, katakanlah lebih besar dari 50 kendaraan. Dengan pertimbangan ini sebaiknya Anda sangat berhati-hati ketika mau coba-coba untuk berusaha di bidang angkutan umum.

Saya fikir informasi ini perlu disampaikan kepada Anda -para calon pengusaha angkutan umum- karena prakteknya (sampai saat ini) jika Anda merugi/bangkrut dalam usaha angkutan umum maka Anda sendiri yang akan menanggung kerugian tersebut…

Advertisements