kuliah transportasi

mudah2an bisa nambah2 bahan & turut memudahkan kita untuk belajar transportasi

kereta api

KESELAMATAN  KERETA API: suatu analisis fundamental

  1. Secara umum keselamatan KA sangat tinggi, karena seluruh operasinya direncanakan. Seluruh operasinya juga dijalankah dengan prosedur operasi standar yang jelas.
  2. Kecelakaan terjadi biasanya karena adanya malfungsi oleh komponen-komponennya yakni, prasarana (rel putus, rusak, bencana alam dsb), sarana (rem blong, kerusakan mekanik dsb), awak (masinis mengantuk, pelanggaran operasi dsb) atau sistem operasi (kesalahan PPKA dalam membuat keputusan operasi), atau akibat bencana alam diluar kendali sistem yang ada.
  3. Secara teknis, setiap kecelakaan bisa ditelusuri penyebabnya dengan cara pengecekan prosedur operasi di tiap-tiap komponen sistem di (2)
  4. Saat kecelakaan terjadi, diperlukan sistem yang lebih luas dalam membahasnya karena diperlukan layanan yang lebih luas meliputi evakuasi, kedaruratan, bantuan medis dan teknis yang untuk itu diperlukan keterlibatan sistem-sistem lain.
  5. Kedaruratan adalah suatu sistem multi sektor yang harus dikoordinasikan. Beberapa sektor/aspek terkait : bantuan ambulans, tatalaksana evakuasi, sistem identifikasi lokasi, pemadam kebakaran, bantuan medis dan paramedis, bantuan polisi, bantuan listrik dan penerangan, bantuan komunikasi
  6. Bantuan teknis tetap memegang peranan penting mengingat kekhususan dalam KA. Bantuan teknis meliputi ahli rancang kereta dan loko, ahli bahan, ahli las dan pemotong logam.
  7. P3K harus secara khusus dirancang agar bisa digunakan pada pertolongan pertama. Karena lamanya evakuasi pada kecelakaan KA maka peralatan teknis dan medis untuk pertolongan pertama harus dilengkapi.  Peralatan medis seperti pemati-rasa, penghenti pendarahan, pemotong anggota badan perlu dipertimbangkan pengadaannya.  Peralatan teknis terutama pemotong logam, kapak, pengungkit dan alat teknis sederhana berkapasitas besar sangat diperlukan
  8. Mekanisme resque harus dibuatkan tatalaksananya, termasuk peranserta masyarakat. Bantuan harus mengutamakan dulu dari unsur dalam sistem KA, misalnya staf stasiun.  Selayaknya semua petugas KA dilatih kedaruratan, sehingga mereka bisa menjadi tulangpunggung evakuasi.
  9. Masalah kelembagaan harus segera dituntaskan, antara pemerintah yang mewakili negara dan bertanggung jawab akan prasarana dengan PT KAI yang hanya sebagai operator. Semestinya pihak Ditjen merupakan institusi yang bertanggung jawab, meskipun kemudian jika bisa dibuktikan kesalahan pada pihak lain.  Di sini diperlukan konsep penyelenggaraan prasarana KA, yang saat ini belum ada.
  10. Hubungan antara regulator/pemerintah dengan operator perlu diperjelas dengan penerapan yang disiplin akan PSO, TAC dan IMO. Penyerahan hak operasi KA harus memiliki konsep lisensi yang jelas, terutama hak dan kewajibannya.  Penyerahan hak operasi diarahkan pada sistem lisensi yang memiliki ikatan yang kuat terutama dalam kualitas penyelenggaraan.  Hubungan antar keduanya harus diikat kontrak yang mengatur rinci kedua belah pihak.
  11. Penyerahan hak operasi sebaiknya bukan dalam bentuk ijin trayek yang cenderung bersifat one-off, seperti sistem borongan. Dengan sistem lisensi  hak operasi, tanggung jawab penuh tetap masih berada pada regulator yang mewakili negara, sehingga akan otomatis tercipta tanggung-renteng dalam penyelenggaraannya.  Operator semata-mata menyelenggarakan layanan atas nama negara sesuai spesifikasi rinci yang dibuat oleh regulator.  Setiap pelanggaran butir-butir spesifikasi bisa diberikan sangsi finansial sehingga terjadi pembinaan yang kontinu.
  12. Ditjen harus secara cepat mendefinisikan konsep dalam Gapekanya, baik perencanaan, perancangan dan pengendaliannya. Hal ini pula yang akan menjadi petunjuk bagi strategi penyelenggaraan prasarana.
  13. Penggunaan teknologi yang lebih berbasis fool/tampered-proof perlu dikembangkan. Jika mungkin penggunaan teknologi nir-kabel perlu diupayakan.  Aplikasi GPS bukanlah hal yang berlebihan, karena teknologinya semakin murah.
  14. Meski awak KA adalah urusan operator, perlu kiranya dilakukan sertifikasi, seperti halnya pilot pesawat. Mengingat besarnya tanggung jawab dan nilai asset yang dipertaruhkan, standar gaji (minimum) rasanya diperlukan.  Gaji masinis di Inggris setara dengan gaji manager madya di perusahaan swasta.
  15. Sistem asuransi untuk sistem KA-nya sendiri yakni prasarana dan sarana diperlukan. Biayanya bisa ditanggung negara atau dibebankan ke pengguna.Hal ini penting karena akan mengundang lebih banyak pihak memasuki bisnis perkereta-apian.  Hal ini sudah terjadi di transportasi jalan, laut dan udara.
  16. Dengan beban finansial yang besar serta resiko yang juga besar, sebaiknya pemerintah perlu menciptakan dana pengembangan yang berasal dari berbagai sumber selain dari pemerintah. Dana tersebut bisa disebut Railway Fund yang digalang dari berbagai sumber dan dikelola secara independent dengan tetap mengindahkan public accountability .
  17. Beberapa sektor yang perlu dikembangkan dalam meningkatkan keselamatan KA adalah: (1) sistem data yang mencakup aspek operasi dan prosedur operasi; (2) Perencanaan operasi yang menyatu terpusat dengan pengendalian berjenjang; (3) Koordinasi dengan sektor-sektor terkait; (4) Pengembangan sarana dan prasarana yang berwawaskan keselamatan; (5) accident costing yang penting untuk analisis kelayakan perbaikan keselamatan; (6) Regulasi dengan memasukkan aplikasi-aplikasi teknologi keselamatan; (7) Enforcement, melalui sistem pengendalian berjenjang yakni: level strategis, taktis dan lapangan; (8) Pendidikan dan pelatihan, terutama pada latihan-latihan kedaruratan, baik bagi petugas maupun bagi penumpang; (9) Tata laksana kedaruratan dan aspek medis; (10) Pelibatan sistem asuransi yang lebih luas; (11) Penelitian dan pengembangan (R&D); (12) sistem lisensi penyelenggaraan yang ketat dan kompetitif

10 September, 2001

Heru Sutomo

Advertisements
%d bloggers like this: